Pengertian, Jenis, Cara Kerja dan Fungsi Piston pada Motor

Fungsi Piston Motor – Di jaman yang sudah modern seperti sekarang ini, rasanya motor sudah bukan menjadi kendaraan yang susah untuk dimiliki. Berbagai pabrikan menghadirkan beberapa jenis motor dengan banderol harga bervariasi, mulai dari yang mahal hingga yang termurah. Tapi tahukah anda bagaimana cara motor bisa melaju dijalanan? Sebagian besar dari anda pasti akan menjawab karena adanya mesin. Memang benar, mesin motor berperan penting terhadap kinerjanya saat ditunggangi.

Mesin motor memiliki beberapa bagian dengan tugasnya masing-masing. Namun yang paling berperan penting dalam kinerja mesin ini adalah piston. Tahukah anda apa itu piston? Sebenarnya apa sih fungsi piston tersebut hingga dikatakan sangat berperan penting? Semuanya akan kami Redaksi IdOtomotif bahas pada artikel kali ini. Yuk simak ulasan selengkapnya!

Pengertian dan Deskripsi Singkat Tentang Piston Motor

Advertisements

Fungsi Pistonr

Sebelum membahas lebih dalam mengenai piston, terlebih dahulu Idotom harus mengetahui apa piston itu sendiri. Piston adalah komponen ruang bakar yang berkolaborasi dengan silinder blok dan silinder head. Dalam siklus kerja mesin, piston inilah yang melakukan gerakan naik turun untuk melakukan pembakaran dan menyalurkan tenaga hasil pembakaran ke crankshaft. Inilah kenapa fungsi piston sangat vital terhadap cara kerja mesin motor.

Fungsi piston yang cukup penting tersebut membuatnya harus memenuhi beberapa kriteria, bertujuan agar kinerjanya tetap maksimal dalam melakukan pembakaran dan menyalurkan tenaga hasil pembakaran.  Beberapa syarat piston tersebut, antara lain:

  • Piston harus ringan. ini merupakan syarat utama untuk piston yang harus terpenuhi. Karena jika piston terlalu berat, maka akan cukup sulit bagi mesin untuk mencapai putaran tertinggi dalam waktu yang cepat. Dampaknya jika piston terlalu berat adalah akseslerasi motor sangat lambat atau dengan kata lain motor sulit mencapai kecepatan paling tinggi dalam waktu singkat meskipun gas sudah full.
  • Tidak mudah memuai. Syarat piston selanjutnya adalah harus tahan terhadap pemuaian. Ini karena tugas piston sendiri untuk melakukan pembakaran. Proses pembakaran dengan campuran bensin dan udara tentu akan menghasilkan suhu yang amat sangat panas. Piston yang terbuat dari logam biasanya akan memuai atau berubah bentuk jika suhu ruang terlalu panas. Jika sudah begini, piston akan mengunci atau macet, tidak bisa melakukan gerakan naik turun lagi.
  • Tahan terhadap ledakan hasil pembakaran. Dan syarat piston yang terakhir adalah harus tahan terhadap ledakan yang dihasilkan oleh pembakaran. Pembakaran campuran bensin dan udara dipengaruhi oleh bunga api dari busi, yang mana langkah ini akan mengahsilkan ledakan dan juga tekanan cukup kuat. Piston sendiri akan merasaka dampak ledakan ini, sehingga sangat penting memperhatikan ketahanan piston.
Baca Juga :  Komponen Rem Tromol dan Cara Kerjanya Pada Kendaraan

Komponen atau Bagian-bagian Pada Piston

Komponen atau Bagian-bagian Pada Piston

Setelah mengetahui pengertian dan syarat piston, selanjutnya adalah membahas mengenai bagian-bagian dari piston. Piston juga memiliki beberapa komponen atau bagian yang membentuk menjadi satu kesatuan. Beberapa komponen pembentuk piston tersebut, antara lain:

  1. Kepala piston

Bagian piston yang pertama adalah kepala piston. Kepala piston ini umumnya berbentuk bulat atau oval dengan ukuran cukup kecil, yakni sekitar 1mm. Kepala piston ini sendiri berfungsi sebagai penahan kompresi dan juga tekanan yang dihasilkan oleh ledakan di bagian ruang pembakaran. Selain itu, kepala piston juga berfungsi untuk mecegah serta mengatasi kebocoran kompresi.

  1. Ring Grove atau ruang ring

Berikutnya adalah Ring Grove yang merupakan tempat dari ring. Sesuai namanya, Ring Grove ini adalah ruang atau tempat bagi ring piston.

  1. Pin Hole

Lain lagi dengan Pin Hole yang berfungsi sebagai rumah dari pin. Komponen yang berada di bagian samping ini memiliki bentuk yang cukup ramping namun sangat kokoh. Dibuat lebih ramping agar tidak membuat berat dan juga mengurangi gesekan pada liner atau boring.

  1. Ekor piston

Meskipun diberi nama ekor piston, tapi bentuk dari bagian satu ini bulat atau oval. Ekor piston ini memiliki fungsi sebagai penahan gerakan piston. Dikarenakan fungsi tersebut membuatnya cukup besar mengalami pemuaian. Dibuat cukup kokoh untuk menghindari pemuaian, karena hal tersebut bisa menyebabkan macet.

Fungsi  Piston yang Harus Anda Tahu

Fungsi Piston yang Harus Anda Tahu

Selanjutnya adalah mengenai fungsi piston pada siklus kerja mesin. Jika membaca deskripsi piston sebelumnya, mungkin sudah terbayang apa saja fungsi piston tersebut. Namun kali ini akan dibahas lebih mendalam untuk fungsi piston, antara lain:

  • Melakukan pembakaran dan menyalurkan hasil pembakaran tersebut ke crankshaft.
  • Mengubah hasil pembakaran yang berbentuk tekanan menjadi gaya dorong di batang piston (2 Tak).
  • Mengkompresi campuran bensin dan udara yang baru dan juga membuang gas buang (2 Tak).
  • Yang mengatur pembuangan dan juga pemasukan gas di dalam mesin.

Cara Kerja Piston dalam Siklus Kerja Mesin

Cara kerja piston ini cukup sederhana namun sangat berperan penting dalam siklus kerja mesin. Piston nantinya akan melakukan pergerakan lurus naik turun bersama dengan ring piston. Gerakan naik turun ini nantinya akan berubah menjadi gaya putar lalu diteruskan ke bagian poros engkol. Kinerja naik turun ini akan menghasilkan tekanan dan juga suhu panas yang cukup tinggi.

Baca Juga :  Cara Kerja Rem Cakram Pada Motor dan Mobil

Dalam kinerjanya tersebut piston akan melakukan pembakaran dan hasil pembakaran akan dirubah menjadi tenaga sehingga mesin bisa berputar. Dengan demikian motor bisa dipacu seperti pada umumnya.

Macam-macam Piston Motor yang Ada saat Ini

Piston memiliki beberapa jenis di pasaran otomotif, dan setiap jenis piston tersebut memiliki kemampuan yang berbeda-beda namun dengan fungsi yang sama. Beberapa macam atau jenis piston tersebut, antara lain:

  1. Authothermic piston

Authothermic piston

Authothermic piston

Jenis piston motor yang pertama adalah Authothermic piston. Piston jenis ini cukup baik dalam menangkal pemuaian pada kepala piston akibat panas berlebih yang dihasilkan oleh pembakaran. Ini karena adanya kawat baja berbentuk ring yang melingkar di kedua sisi kepala piston.

  1. Split piston

Split piston

Split piston

Yang kedua adalah split piston yang cukup khas dengan adanya alur dibagian samping kepala piston. Alur tersebut berupa cekungan atau berbentuk U, dimana posisinya segaris dengan lubang pin.

  1. Oval piston

Oval piston

Oval piston

Sesuai dengan namanya, piston jenis ini memiliki bentuk oval yang diklaim cukup mumpuni menangkal pemuaian yang diakibatkan oleh suhu panas sangat tinggi dari proses pembakaran.

  1. Slipper piston

Slipper piston

Slipper piston

Dan jenis piston yang terakhir adalah Slipper piston. Piston jenis ini memiliki ciri khas terdapat coakan dibagian bawah badan piston. Fungsi dari coakan ini sendiri adalah untuk memperpendek langkah piston yang akhisnya menghasilkan kompresi tinggi dan ketinggian mesin lebih pendek.

Contoh Piston pada Motor Jaman Sekarang

  1. Piston Racing

Mendengar namanya mungkin sebagian besar dari anda akan berpikir piston satu ini digunakan hanya untuk motor balapan. Memang betul, tapi juga tidak menutup kemungkinan untuk juga dipasangkan pada motor kesayangan. Menggunakan piston racing umumnya juga perlu mengubah bagian-bagian mesin lainnya. Baca : Pilihan Piston Racing Terbaik untuk Balapan dan Harian

  1. Piston Kaze

Kaze sebenarnya merupakan sebuah merek motor, namun untuk jenis piston kaze cukup menjadi pilihan banyak pecinta otomotif. Piston kaze oleh banyak orang sering dipasangkan pada motor Jupiter. Piston kaze juga memiliki banyak tipe dengan keunggulannya masing-masing. Baca : Tipe Piston Kaze Terbaik untuk Bore Up Motor Harian

  1. Piston Jupiter Z

Piston Jupiter Z juga cukup banyak menjadi buruan bagi banyak pecinta motor. Piston jenis ini cukup tangguh dan kuat, handal dalam menghasilkan pembakaran dan siklus kerja mesin.

  1. Piston Tiger

Pemilik motor tiger tidak jarang mencari onderdil untuk membuat performa motor tetap prima. Tipenya juga cukup banyak, bisa disesuaikan sendiri dengan tipe motor dan keinginan untuk meningkatkan kinerja mesin motor.

  1. Piston Blitz Joy

Piston tipe satu ini juga masih satu seperguruan dengan piston kaze yakni miliknya Kawasaki. Piston tipe ini bisa dipasangkan di motor Yamaha, salah satunya di Jupiter Z. Hasilnya performa motor semakin mumpuni dan menjadi kesayangan tentunya.

  1. Piston Mio

Piston tipe ini tentu hanya bisa digunakan untuk motor Yamaha Mio. Di pasaran ada yang original ada pula yang KW. Harga juga menentukan kualitas dari piston.

Baca Juga :  3 Cara Memotong Rantai Motor Tanpa Melepasnya dari Gir

Beberapa Kerusakan Piston yang Sering Terjadi

Beberapa Kerusakan Piston yang Sering Terjadi

Yang namanya buatan manusia, pastinya piston juga bisa mengalami kerusakan. Kerusakan pada piston ini bermacam-macam, setidaknya ada 3 jenis kerusakan piston yang bisa anda ketahui. Beberapa jenis kerusakan pada piston, antara lain:

  1. Kerusakan pada ring piston

Yang pertama adalah kerusakan pada ring piston, yang mana terjadi patahan. Patahan tersebut menimbulkan celah yang akhirnya bisa menyebabkan kompresi pada ruang bakar tidak maksimal. Pada celah tersebut bisa menjadi jalan dari oli yang masuk ke ruang pembakaran sehingga bercampur dengan bensin dan udara. Hasilnya mesin akan mengeluarkan asap putih tebal dan bunyi mesin pun sangat mengganggu. Selain itu, performa mesin motor akan turun secara signifikan sehingga sangat mengganggu aktifitas mengendara.

Tidak hanya terjadi patah, ring piston juga bisa melemah dikarenakan usia ataupun penggunaan motor tidak wajar, seperti kebut-kebutan, sering memacu motor dengan rpm tinggi dan lain sebagainya. Kerusakan seperti ini biasanya membuat motor harus turun mesin.

  1. Piston baret

Piston yang baret dampaknya hampir dengan ring patah dan lemah. Dalam hal ini kompresi dari pembakaran menjadi semakin lemah dan juga oli bisa ikut masuk ke ruang pembakaran. Solusi untuk kerusakan piston satu ini adalah harus dilakukan turun mesin. Selain itu, penggantian part juga perlu dilakukan. Tidak hanya itu, masalah ini juga menyebabkan cylinder tergores.

  1. Cylinder baret

Cylinder baret ini sendiri bisa disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari karena piston baret, terdapat kotoran atau kerak dibagian celah piston sehingga saat piston bekerja menyebabkan baret tersebut, atau juga karena patahan ring piston. Untuk dampaknya masih sama dengan kerusakan di atas, yakni kompresi yang dihasilkan ruang pembakar tidak maksimal serta menyebabkan oli ikut terangkut ke dalam ruang bakar.

Itulah tadi informasi lengkap mengenai macam-macam, cara kerja, hingga fungsi piston motor yang perlu anda tahu. Semoga informasi di atas bermanfaat bagi Idotom semua.

Pengertian, Jenis, Cara Kerja dan Fungsi Piston pada Motor | Idot | 4.5