Cara Menghitung CC Motor yang Benar Beserta Contohnya

IDOtomotif – Saat akan membeli sebuah motor, salah satu hal yang paling kita perhatikan adalah besar CC motor. CC pada motor ini sendiri merupakan satuan yang juga sering disebut dengan cm3 atau liter.  Besaran CC pada setiap motor berbeda-beda, tergantung ukuran piston yang digunakan di dalam mesinnya. Banyak yang bertanya-tanya bagaimana cara menghitung cc motor. Hal ini sangat penting diketahui bagi seorang mekanik motor, baik saat melakukan bore up atau stroke up.

Bore up atau stroke up acap kali dilakukan oleh pecinta motor, khususnya para modifer motor. Hal ini dilakukan tidak lain untuk meningkatkan performa motor ketika ditungangi. Melakukan bore up atau mengganti piston tidak boleh sembarangan. Perlu juga mengetahui kecocokan mesin dengan piston yang akan digunakan. Pilihan piston yang cocok untuk motor harian dan balapan, bisa baca di Piston Racing untuk Harian dan Balapan.

Karena piston bentuknya sama seperti tabung, maka kita bisa mengunakan rumus yang sama. Cara menghitungnya pun sama, tapi tentunya sebagian dari kalian pasti ada yang masih bingung. Karena itulah, simak ulasan di bawah ini untuk menjawab kebingungan Idotom.

Cara Menghitung CC Motor yang Benar Beserta Contohnya

Advertisements

Cara Menghitung cc Motor

Seperti yang dikatakan sebelumnya, piston memiliki bentuk seperti tabung atau silinder. Kita bisa mengetahui volumenya dengan memakai rumus matematika untuk tabung atau silinder tersebut.

Rumus menghitung CC motor

  • Rumus jika menggunakan jari-jari = (3,14 x r x P) : 1.000
  • Rumus jika menggunakan diameter = (3,14/4 x D x D x P) : 1.000

Keterangan :

3,14 = Phi atau rumus absolut lingkaran. Nilainya bisa 22/7 atau 3,14

r = Jari-jari bore atau piston. Jari-jari = dimater bore dibagi 2

D = Diameter bore atau piston

P = Panjang langkah atau stroke

Dari rumus di atas kita sudah bisa melakukan cara menghitung CC motor, baik setelah dilakukan bore up maupun stroke up. Agar lebih mudah dipahami, berikut akan saya berikan contohnya untuk Idotom semua.

Contoh cara menghitung CC motor

Disini saya akan mengambil contoh untuk motor Yamaha keluaran terbaru, yakni Aerox 155VVA R-Version Yamaha Movistar. Pabrikan Yamaha mengklaim motor terbarunya ini mengusung volume silinder 155.1 cc. Volume ini didapat karena penggunakan silinder mesin berukuran Diameter 58mm dan panjang langkah 58,7mm. Untuk membuktikannya, kita pakai rumus. Lihat cara berikut ini:

Rumus :

Volume = (3,14 x r x P) : 1.000

= (3,14 x 29 x 29 x 58,7) : 1.000

= 155.011,438 : 1.000

= 155,011 cc

Atau,

Volume  = (3,14/4 x D x D x P) : 1.000

= (3.14/4 x 58 x 58 x 58,7) : 1.000

= (0,785 x 58 x 58 x 58,7) : 1.000

= 155.001,438 : 1.000

= 155,001 cc

Jadi, sudah dibuktikan kalau besar CC motor Aerox 155VVA R-Version Yamaha Movistar benar 155 cc. Di situs resminya juga dicantumkan kalau besaran CC motor tersebut 155,1 cc, hasil pembulatan dari angka dibelakang komanya.

Baca Juga :  Cara Memperbaiki Aki Motor yang Lemah, Ampuh 100%

Contoh cara menghitung CC motor yang di bore up atau stroke up

Banyak yang bertanya-tanya “berapa besar cc motor saya setelah dilakukan bore up atau stroke up sekian?” sebenarnya sangat mudah untuk mengetahuinya, yakni denga menggunakan cara menghitung cc motor seperti di atas.

Melakukan bore up

Misalnya saya akan melakukan bore up pada motor Yamaha FreeGo, yang merupakan motor keluaran baru dari Yamaha. Yamaha Freego ini sendiri memiliki ukuran silinder standar 52,4 x 57,9 mm. Sementara untuk volume silinder standarnya adalah 125 cc. Jika dilakukan saya mengganti piston atau bore up dengan ukuran 57 mm, maka berapa besar cc-nya sekarang?

Rumus :

Volume = (3,14 x r x P) : 1.000

= (3,14 x 28,5 x 28,5 x 57,9) : 1.000

= 147.671,9235 : 1.000

= 147,7 cc

Atau,

Volume  = (3,14/4 x D x D x P) : 1.000

= (3.14/4 x 57 x 57 x 57,9) : 1.000

= (0,785 x 57 x 57 x 57,9) : 1.000

= 147.671,9235 : 1.000

= 147,7 cc

Jadi, saat dilakukan penggantian piston atau bore dengan ukuran 57 mm, maka CC motor menjadi 147,7 cc. Angka 7 dibelakang koma ini sendiri didapatkan dari pembulatan tiga angka dibelakang koma.

Melakukan stroke up

Sama seperti di atas, disini saya juga akan mengambil contoh motor Yamaha FreeGo yang akan dilakukan stroke up. Ukuran silinder standar dari Yamaha FreeGo adalah 52,4 x 57,9. Dan saya akan mengganti stroke berukuran 61,9mm. Berapakah volume silinder atau besar cc motor tersebut?

Baca Juga :  5+ Cara Memperbaiki Motor Boros Bensin dan Penyebabnya

Rumus :

Volume = (3,14 x r x P) : 1.000

= (3,14 x 26,2 x 26,2 x 61,9) : 1.000

= 133.420, 59704 : 1.000

= 133,420 cc atau dibulatkan menjadi 133,4 cc

Atau,

Volume  = (3,14/4 x D x D x P) : 1.000

= (3.14/4 x 52,4 x 52,4 x 61,9) : 1.000

= (0,785 x 52,4 x 52,4 x 61,9) : 1.000

= 133.420, 59704 : 1.000

= 133,420 cc atau dibulatkan menjadi 133,4 cc

Jadi, Yamaha FreeGo yang dilakukan stroke up dengan ukuran panjang langkah 61,9mm, memiliki besaran volume  133,4 cc.

Sangat mudah kan cara menghitung cc motor standar atau ketika dilakukan bore up dan stroke up. Idotom yang ingin melakukan bore up atau stroke up, tidak perlu bingung lagi soal besaran cc yang dihasilkan mesin. Semoga informasi ini bermanfaat.

Cara Menghitung CC Motor yang Benar Beserta Contohnya | Idot | 4.5