Denda Telat Bayar Pajak Motor : Cara Menghitung yang Benar

Advertisements

Denda Telat Bayar Pajak Motor – Sudahkah Idotom membayar pajak motor? Jika memang belum, segera lakukan pembayaran ya, karena kalau terlambat akan dikenakan denda loh!

Banyak yang bilang kalau telat bayar pajak motor, maka saat akan membayar pajak dan dendanya akan sama seperti membayar untuk satu tahun. Ternyata pernyataan ini salah kaprah, pasalnya denda telat bayar pajak motor tidak seperti itu cara penghitungannya. Ada rumus khusus yang memang sudah ditetapkan untuk menghitung denda pajak motor ini. Baik itu untuk yang telat beberapa bulan atau bahkan yang telat hingga beberapa tahun.

Mungkin sebagian dari Idotom belum mengetahui soal hal ini. Untuk itulah pada Artikel kali ini Redaksi IdOtomotif.com akan memberikan ulasan lengkap untuk Idotom semua mengenai cara menghitung denda pajak motor yang benar. Disimak ulasannya sampai selesai ya!

Denda Telat Bayar Pajak Motor

Denda Telat Bayar Pajak Motor

Denda Telat Bayar Pajak Motor : Cara Menghitung yang Benar

Pemerintah sudah menetapkan untuk semua warga Indonesia harus membayar pajak tepat pada waktunya. Salah satunya adalah untuk pajak kendaraan yang dimiliki, dimana dalam hal ini adalah motor. Jika memang melebihi dari waktu ketetapan untuk membayar pajak motor, maka akan dikenakan denda dengan jumlah yang sudah ditentukan.

Advertisements

Dikatakan telat bayar pajak motor 1 bulan, jika sudah melebihi batas waktu jatuh tempo pembayaran. Meskipun telat 2 hari saja, maka sudah dikatakan telat bayar pajak motor 1 bulan. Termasuk juga penghitungan selenjutnya. Misalnya telat bayar pajak motor 1 bulan 10 hari, maka akan diakumulasikan telat bayar pajak 2 bulan, begitu seterusnya.

Baca Juga :  Cara Cek Pajak Kendaraan Jatim Update Tahun 2018

Namun sebelum membahas lebih jauh mengenai cara menghitung denda telat bayar pajak motor, ada bebera istilah yang perlu Idotom ketahui terlebih dahulu. Beberapa istilah tersebut antara lain :

  • PKB = Pajak Kendaraan Bermotor
  • SWDKLLJ = Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan
  • STNK = Surat Tanda Nomor Kendaraan
  • BPKB = Buku Pemilik Kendaraan Bermotor

Nah, jika memang sudah paham dengan beberapa istilah diatas, selajutnya adalah membahas mengenai rumus denda pajak motor. Untuk rumus utama membayar pajak dan dendanya cukup sederhana dan simple, yakni sebagai berikut :

Total Pambayaran Pajak = PKB + SWDKLLJ + Denda PKB + Denda SWDKLLJ

Terlihat diatas yang harus dibayarkan adalah PKB, ditambah dengan SWDKLLJ dan denda dari keduanya. Untuk rumus menghitung denda PKB dan denda SWDKLLJ sendiri adalah sebagai berikut :

  • Rumus denda PKB bulanan = jumlah bulan (25% x PKB) /12
  • Rumus denda PKB tahunan = jumlah tahun (25% x PKB)
  • Untuk denda SWDKLLJ (roda dua dan roda tiga) adalah sebesar Rp 32.000,-

Mengenai besaran biaya PKB dan SWDKLLJ ini sendiri sudah tercantum pada STNK, jadi Idotom tidak perlu lagi bingung untuk menghitungnya. Yang perlu dihitung hanyalah denda untuk PKB dan SWDKLLJ saja.

Advertisements

Jika memang rumus diatas dirasa masih kurang jelas, berikut kami juga akan membarikan contoh menghitung denda telat bayar pajak motor lengkapnya, baik untuk yang telat bulanan maupun tahunan.

Baca Juga :  Cara Cek Plat Nomor Jakarta Secara Online yang Mudah

Contoh 1 :

Misalnya saja Idotom memiliki sebuah motor dengan di STNK tertera biaya PKB sebesar Rp 200.000,- dan biaya SWDKLLJ sebesar Rp 40.000,-. Dan Idotom telat bayar pajak selama 6 bulan, maka cara menghitungnya adalah :

Denda PKB 6 bulan = 6 x (25% x 200.000)/12 = Rp 25.000,-
Denda SWDKLLJ = Rp 32.000,-

Maka, total denda pajak motor untuk 6 bulan adalah = Rp 25.000,- + Rp 32.000,- = Rp 57.000,-

Total biaya pajak = PKB + SWDKLLJ + Total denda = 200.000 + 40.000 + 57.000 = Rp 297.000,-

Maka, total biaya pajak dan dendanya yang harus dibayarkan adalah sebesar Rp 297.000,-

Contoh 2 :

Sama seperti diatas, di STNK yang idotom miliki tertera besaran biaya untuk PKB dan SWDKLLJ adalah Rp 200.000,- dan Rp 40.000,-. Dan misalkan saja Idotom melakukan telat pembayaran selama 2 tahun. Maka cara menghitung denda pajak motornya adalah :

Denda PKB = 2 x (25% x 200.000) = 2 x 50.000 = Rp 100.000,-
Denda SWDKLLJ = Rp 32.000

Maka, total denda pajak motor untuk telat 2 tahun adalah sebesar = Rp 100.000 + Rp 32.000,- = Rp 132.000,-

Total biata pajak = PKB + SWDKLLJ + total denda = 200.000 + 40.000 + 132.000 = Rp 372.000,-

Maka, total biaya pajak dan denda untuk 2 tahun yang harus dibayarkan adalah sebesar Rp Rp 372.000,-

Cukup mudah bukan cara menghitung denda telat bayarpajak motor diatas? Nah, sekarang Idotom tidak perlu lagi bingung soal cara hitung-menghitung denda telat bayar pajak motor ketika telat membayarnya. Demikian tadi yang bisa kami informasikan, semoga bermanfaat dan membantu idotom semua.

Baca Juga :  Harga Honda HRV Bekas di Indonesia Terbaru Update 2018

Artikel Menarik Lainnya :

Advertisements
Denda Telat Bayar Pajak Motor : Cara Menghitung yang Benar | Idot | 4.5